7/13/2013

Komponen modifikasi untuk motocross

Untuk para biker yang ingin mempunyai motocross tetapi duit tidak mencukupi dapat memodifikasi motor harian menjadi motocross. Biasanya untuk motor SUZUKI yang gampang di modifikasi mengambil tipe RGR 150 atau Satria Ru 120. Apa saja komponen yang perlu di tambah atau di ganti, mari kita bahas satu persatu...

1. Setang
Setang harus di ganti dengan yang lebih lebar agar ringan pada saat berkendara di jalanan tanah. Bahannya harus kuat dan tidak gampang bengkok apabila motor terjatuh.

2. Hand Guard
Pelindung tangan ini berfungsi melindungi tangan pada saat terjatuh atau terhindar dari lemparan kerikil atau lumpur dari roda motor di depan kita.

3. Ban Motocross
Ban khusus motcross ini sering di sebut ban pacul atau ban tahu, kalau bahasa bulenya knobby tire. Ban ini berguna agar traksi roda di berbagai macam jalan tanah gampang di lalui.

4. Spatbor/spakbor
Ganti spatbot depan dengan model motocross, ini berguna agar tanah tidak menyelinap di sela - sela spatbor dan roda. Dan biasanya spatbor motocross dirancang lebih lentur dari motor biasa sehingga tidak gampang patah.

5. Chain guard
Komponen ini biasanya berada di depan gir belakang, berguna agar rantai tidak lepas pada saat motor selesai melakukan jumping. Karena rantai motocross memang di rancang kendur.

6. Stopper
Komponen ini biasanya seperti pentil ban dalam, berguna agar ban slip pada saat motor melalukan traksi karena beratnya medan.

7. Knalpot
Jika punya dana lebih, knalpot di ganti dengan model udang agar tidak mudah patah atau pesok jika motor terjatuh.

Selamat ber-Tracker ria...........

Perlengkapan Rider Motocross

Selama 7 tahun terkhir, kota jember di landa demam motocross. Ini di karenakan Bupati Jember MZA. Djalal sangat suka dengan motocross, sampai - sampai staf bupati Jember hampir semuanya memiliki motocross meskipun motor biasa yang di modifikasi menjadi motocross. Puncaknya pada tahun 2009 kota jember mengadakan event besar internasional motocross yaitu Internasional motocross dan Internasional Supercross. Apa saja sih perlengkapan dari rider motocross. Mari kita bahas satu persatu kebutuhan para rider motocross.....







1. Helm Khusus Motocross
Helm motocross beda dengan helm biasa, helm motocross di lengkapi dengan pet agar pengendara tidak silau. Dan pada dagu di desain agak monyong karena rider motocross membutuhkan oksigen ekstra alias ngos - ngosan pada saat berkendara.






2. Google
Kacamata khusus motocross desainnya mirip kacamata renang tetapi mempunyai sirkulasi udara. Google bertugas menjaga agar mata rider terhindar dari lontaran kerikil dan lumpur.








3. Sarung tangan Motocross
Sarung tangan motocross berbeda dengan sarung tangan pembalap jalan raya yang rata - rata terbuat dari bahan kulit. Sarung tangan motocross terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat sehingga tetap nyaman meskipun tangan rider berkeringat.







4.Knee Protector
Pengaman lutut ini bertugas pada saat rider jatuh dari motor. Knee Protector menahan benturan pada lutut, tempurung lutut, tulang kering dan sistem engsel lutut. Biasanya terbuat dari bahan plastik keras, di dalamnya ada busa peredam di sertai tali pengikat.







5. Elbow Protector
Serupa dengan Knee Protector tetapi letaknya di sikut tangan. Bertugas melindungi sikut dari cidera.







6. Kidney belt
Pengaman ini bertugas melindungi ginjal dan tulang ekor. Bentuknya mirip korset atau setagen.







7. Body Protector
Rompi khusus motocross ini terbuat dari plastik keras. Berguna untuk melindungi rider dari benturan keras di sekitar dada, perut, bahu, dan punggung.







8. Jersey
Kaos khusus motcross ini di buat khusus agar cepat melepas keringat sehingga rider tidak mudah dehidrasi.







9. Celana Motocross
Celana rider motocross harus tebal dan kuat agar tidak mudah rosek saat terjatuh.






10. Sepatu Motocross
Sepatu matocross di rancang dengan bahan kulit tebal dan kokoh, sehingga dapat melindungi kaki rider pada saat terjatuh dari motor.

Motocross Dan Pengembangannya

Motocross banyak sekali jika di kembangkan dengan berbagai macam kegiatan adventure. Seperti contohnya tahun 2010 kemarin Kota Jember mengadakan Jember trail 2010, formatnya seperti reli motor. Coba jika terus di kembangkan kegiatan - kegiatan motocross yang lain. Nih saya share contoh - contoh kegiat`n lain yang bisa di kembangkan pada motocross.

1. Enduro
Formatnya adalah uji ketahanan rider dan motornya, yang menjadi juara adalah rider yang menempuh lap paling banyak dalam jangka waktu yang telah di tentukan. Bermain motcross Enduro harus pandai - pandai mengatur fisik dan kodisi motor. Biasanya rider pemula akan gas pol mulai start, pertengahan balap rider akan ngos - ngosan kehabisan tenaga.

2. Time Trail
Formatnya adalah satu tim terdiri dari tiga rider dan tiga motor. Cukup dua rider dan dua motor yang mencapai garis finis akan di anggap sah. Rider di persilahkan membuat rute sendiri poin semakin besar jika rider lebih cepat mencapai pos yang telah di sediakan.

3. Reli Motor
Peserta Reli motor di bekali dengan peta buta yang menunjukkan jalur rute dan titik pos yang harus di lalui. Jarak tempuh antar pos di beri batas waktu maksimal. Pemenangnya yang menumpulkan poin terbesar atau kesalahan terkecil.

4. Hill Climber
Hill Climber biasa di sebut lomba naik bukit, kegiatan ini di eropa telah di mulai sejak tahun 1960-an. Biasanya motor - motor yang di gunakan motor dengan torsi besar dan swing arm di rancang lebih panjang

5. Trial Game
Kegiatan ini memerlukan kelincahan tubuh dan pengendalian motor melewati berbagai rintangan. Waktu tempuh terbaik akan di kurangi apabila kaki pengendara turun menyentuh tanah. Kegiatan ini sebenarnya sudah ada yang melaksanakan di Indonesia dan di sponsori oleh salah satu pabrikan rokok.

Tips danTrik berkendara dengan Motocross

Untuk melakukan petualangan dengan motocross ada hal - hal yang perlu di perhatikan agar petualangan anda menyenangkan. Apa saja hal - hal yang perlu di perhatikan dalam mengendarai kendaraan motocross. Kita coba ulas satu persatu, mungkin ada yang ketinggalan mohon di maafin ya,...........

1. Perlengkapan rider
Sebagaimana telah saya tulis lengkap pada postingan sebelumya. Perlengkapan rider motocross sangatlah vital. Coba anda baca kembali postingan berjudul Perlengkapan rider motocross dan untuk tambahan anda bisa membawa ban dalam cadangan dan tempat minum untuk di perjalanan.

2. Posisi setang
Setang sebaiknya di tambah raiser agar lebih tinggi. Ini membantu kita pada saat menempuh jalanan keriting dan harus memaksa kita pada posisi berdiri. Usahakan posisi setang lurus dan horisontal, posisi ini akan membuat lengan siku kita mengangkang sehingga membuat pegangan lebih mantap.
Usahakan posisi handel rem dan kopling menghadap agak ke bawah, ini memudahkan pengoperasian pada saat berdiri.

3. Genggaman tangan
Setang harus di genggam dengan kuat, posisikan jari kita dengan benar. Jari kelingking, jari manis dan ibu jari bertugas menggenggam setang. Sedangkang jari tengah dan telunjuk bertugas menarik rem dan tuas kopling.

4. Bobot tubuh
Ketika duduk umumnya bobot tubuh kita dari pinggul keatas akan bertumpu pada tulang belakang. Posisi ini selain membahayakan kesehatan juga membuat tubuh cepat letih. Posisi yang benar bobot tubuh terbagi di kedua belah tangan, juga memposisikan tubuh agak bungkuk ke depan dan kedua tangan agak sedikit menekuk alias gaya sombong. Kepala tegak dengan pandangan jauh ke depan dan kaki menjepit tangki.

5. Menikung
Pndangan mata mengarah jauh ke sudut luar tikungan. Kecepatan dijaga konstan. Setelah motor kembalipada posisi normal anda boleh menambah kecepatan secara perlahan dan bertahap. Untuk mengimbangi berat tubuh, kaki anda bisa di turunkan ke arah dalam tikungan.

6. Lintasan berbatu
Jika anda menemui lintasan berbatu, posisikan tangan agak menekuk agar dapat meredam guncangan ke tubuh. Berat badan harus di tumpukan ke roda belakang dan usahakan posisi berdiri dari pada duduk.

7. Menanjak curam
Posisikan badan berdiri dan condong ke depan. Pandangan jangan melihat ke ujung tanjakan karena anda akan kehilangan keseimbangan.

8. Menurun tajam
Posisi ini kebalikan dari menanjak, posisikan badan agak ke belakang dan duduk di atas jok. Gunakan gigi rendah sambil sekali - kali mainkan rem belakang. Dan untuk motor jenis 4 tak, engine brake dapat membantu pengereman.

9. Setel kekerasan shockbreaker
Atur kekerasan shockbreaker dengan berat tubuh anda dengan memindahkan posisi setelan shock breaker sesuai dengan berat tubuh anda.

Macam tipe Koil Pengapian pada Sepeda Motor

Pada sistem pengapian sepeda motor ada sebuah komponen yang dikenal dengan nama koil. Koil bertugas menaikkan tekangan listrik dari aki 12 volt menjadi 10.000volt atau lebih. Hal ini bertujuan agar bunga api dapat memercik dengan kuat pada elektroda busi. Cara kerja koil sama dengan trafo pada perangkat elektronik di rumah kita, yang terdiri dari kumparan primer dan kumparan sekunder.

Apa saja jenis atau macam koil yang biasa di pakai pada sepeda motor:








1. Jenis Canister
Koil jenis ini biasa di pakai pada motor keluaran lama atau jenis mobil yang memakai platina. Koil jenis ini mempunyai inti besi di bagian tengahnya dan kumparan sekunder mengelilingi inti besi tersebut. Kumparan primernya berada di sisi luar kumparan sekunder. Keseluruhan komponen dirakit dalam satu rumah di logam canister. Kadang-kadang koil canister diisi dengan oli (pelumas) untuk membantu meredam panas yang dihasilkan koil.







2. Jenis Moulded
Koil jenis ini biasa di pakai pada motor keluaran baru atau modern dan motor bersilinder lebih dari satu. Koil jenis moulded susunan kumparannya kebalikan dari jenis Canister, pada koil Moulded kumparan primer yang mengelilingi inti besi dan kumparan sekunder mengelilingi di bagian luarnya.
Keseluruhan komponen dirakit kemudian dibungkus dalam resin (damar) supaya tahan terhadap getaran dan kuat.







3. Koil Batang (Stick coil)
Koil jenis batang adalah jenis koil yang terbaru, posisinya menyatu dengan tutup busi. Keuntungan dari stick coil adalah tidak memerlukan kabel tegangan tinggi, sehingga hambatan (R) semakin kecil.

Pengaruh Tegangan Baterai (aki) pada sistem Pengapian


Baterai adalah sumber api dari sistem pengapian. Kekuatan dari baterai (accu) dapat dinyatakan dengan tegangan (volt) yang dimiliki, artinya kekuatan baterai sebagai sumber api tergantung dari besarnya tegangan baterai. Lalu bagaimana pengaruh tegangan baterai terhadap percikan bunga api yang di hasilkan busi.

Coba kembali buka artikel saya yang lalu tentang "Sistem pengapian pada sepeda motor". Disana saya tuliskan syarat mutlak dari optimalnya sistem pengapian yang salah satunya adalah "pengapian harus kuat". Tetapi disana saya tidak menjelaskan sumber api dari sistem pengapian, nah akan saya jelaskan pada postingan kali ini.

Sistem pengapian terutama pengapian sistem DC, sangat membutuhkan baterai (aki) sebagai sumber api. Karena baterai memberikan suplai tegangan 12 volt ke inventer yang menjadi satu dalam CDI,lalu inventer akan menaikkan tegangan menjadi 350 volt untuk mengisi kondensor sebelum dilepaskan ke koil. Jika tegangan baterai kurang dari 12 volt, inventer tidak dapat menaikkan tegangan menjadi 350 volt, akhirnya tegangan yang dialirkan ke koil tidak sdmpurna dan percikan bunga api di busi tidak optimal .

Dan apabila tegangan baterai dibiarkan terus menerus menurun akan mengakibatkan rusaknya komponen CDI. Maka dari itu rawatlah baterai (aki) motor anda dan periksa secara rutin ketinggian air aki apabila anda memakai aki basah.

Sistem kerja Pengapian CDI-AC dan DC

Pada era sebelum tahun 2000-an, umumnya sepeda motor menggunakan sistem pengapian CDI-AC. Dan pada era tahun 2000 sampai sekarang hampir bisa dikatakan seluruh motor telah menggunakan sistem pengapian CDI-DC. Keuntungan dari sistem CDI-DC adalah tegangan yang dihasilkan lebih stabil bila dibandingkan dengan sistem pengapian CDI-AC.

Cara kerja sistem pengapian CDI-AC

Pada saat magnet berputar akan menghasilkan tegangan AC dalam bentuk induksi listrik yang berasal dari kumparan atau biasa di sebut spool. Arus listrik akan dikirimkan ke CDI dengan tegangan antara 100-400volt, tergantung putaran mesin.

Selanjutnya arus bolak-balik (AC) yang berasal kumparan di jadikan arus searah (DC) oleh diode dan disimpan di kapasitor pada CDI unit.

Kapasitor tidak akan melepas arus sebelum komponen yang bertugas menjadi pintu (SCR) bekerja. Bekerjanya SCR apabila telah mendapatkan sinyal pulsa dari kumparan/pulser CDI (Pulse generator)yang menandakan saatnya pengapian.

Dengan berfungsinya SCR tersebut, menyebabkan kapasitor melepaskan arus (discharge) dengan cepat. Kemudian arus mengalir ke kumparan primer koil pengapian dengan tegangan 100-400volt, kemudian terjadi induksi dalam kumparan sekunder dengan tegangan sebesar 15 KV sampai 20 KV. Tegangan tinggi tersebut selanjutnya mengalir ke busi dalam bentuk loncatan bunga api yang akan membakar campuran bensin dan udara dalam ruang bakar.

Pemajuan saat pengapian terjadi secara otomatis yaitu saat pengapian dimajukan bersama dengan bertambahnya tegangan pulser (pulse generator) akibat kecepatan putaran mesin motor.

Cara kerja sistem pengapian CDI-DC

Sistem pengapian CDI-DC hampir sama cara kerjanya dengan sistem pengapian CDI-AC, cuma pada sistem pengapian CDI-DC tegangan sumbernya berasal dari bateray atau AKI (accu), bateray memberikan suplai tegangan 12V ke sebuah inverter (bagian dari unit CDI). Kemudian inverter akan menaikkan tegangan menjadi sekitar 350V. Tegangan 350V ini selanjutnya akan mengisi kondensor/kapasitor. Dan arus baru akan dilepaskan ke koil jika telah ada perintah dari pulser CDI.

Keunggulan dari CDI-DC adalah tegangan sumbernya stabil karena berasal dari baterai (aki), berbeda dengan pengapian sistem CDI-AC yang tegangannya naik turun ikut putaran mesin. Untuk motor SUZUKI di Indonesia, yang memakai CDI-DC pertama kali adalah SHOGUN FD110








Skema Pengapian CDI-AC











Skema Pengapian CDI-DC

 0
 0
 

About