9/05/2013

Komparasi Desain Head Lamp Motor Sport, Mana Paling Ganteng?

Lampu depan atau head lamp atau lampu depan tidak saja berfungsi sebagai alat penerang. Pada sebagian besar motor terkini, fungsi dari head lamp telah berkembang luas sebagai pemanis tampilan.

“Terutama di motor sport. Model dan beberapa komponen di dalamnya sudah sedemikian berkembang. Fungsi keselamatannya tetap ada, namun secara tampilan makin enak untuk dilihat,” jelas M. Abidin, General Manager Technical Service Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufaturing (YIMM) dalam acara buka puasa bersama Yamaha dengan media.

Berikut ini varian head lamp pada beberapa motor sport yang beredar di Tanah Air. Juga keunggulan dari penerapan model itu. Silakan disimak.

YAMAHA V-IXION LIGHTNING
Perubahan bentuk bodi head lamp pada varian Yamaha V-ixion lawas dan V-ixion Lightning sangat terlihat. Jika dulu bentuknya segitiga dan meruncing di bagian bawah, “Pada New V-ixion Lightning tampak kotak dengan bagian ujung atas sudah dibuat lebih meruncing. Model baru ini tentunya lebih maskulin namun tetap stylish,” yakin M. Abidin.

Bahkan model lampu depan Yamaha sport berkapasitas 150 cc ini banyak ditiru oleh kalangan modifikator lantaran modelnya memang keren. “Saya perhatikan model lama bisa diubah dengan penambahakn cover fiber pada model lawas,” ucap Abidin.

 
1. HONDA CB150R
Penampilan Honda CB150R Streetfire sangat gagah dengan lampu depannya. Head lamp yang sedikit besar dibanding varian motor sport Honda lainnya ini juga berfungsi menjadi penutup perangkat spidometer.

Tapi sepintas secara keseluruhan masih terlihat sudut lancipnya dan terkesan lebih garang dan sporty. Kelebihan pada varian Honda CBR 150 R ini ada pada reflektor yang ada bagian dalam lampu depan. Komponen ini juga ikut menambah intensitas pencahayaan sehingga penerangan jauh yang baik dan tentunya juga terang.

2. KAWASAKI Z250
Varian Kawasaki Z250 yang basicnya Ninja 250 injeksi ini hanya terdapat perbedaannya di bagian fairing. Z250 tanpa fairing otomatis dengan head lamp beda dari Ninja 250. Bentuknya menyerupai Kawasaki genereasi Z.

Kawasaki generasi Z mulai dari Z1000 sampai Z800 mempunyai desain double head lamp. Pada sisi kedua head lamp motor ini punya style mata ‘picek’ alias nyala satu. Dilihat lebih detail model lampu begini tampak wajahnya lebih bengis.

3. PULSAR 200NS
Motor sport hasil kerja sama global Kawasaki dan Bajaj ini menjadi penggebrak motor sport kelas 200 cc di Indonesia. Bentuk head lamp yang atraktif dan menarik dengan bentuk model V.

Terdapat garis pemisah untuk bagian atas dan bawah lampu. Dengan begitu head lamp dan lampu senja terlihat lebih jelas.

4. SUZUKI INAZUMA
Suzuki Inazuma yang merupakan produk global dari Suzuki punya tampang sport turing tulen. Bentuk head lamp yang menyasar terpisah dengan bodi menjadikan motor ini street fighter.

Dibekali dengan single head lamp besar motor yang dibilang baby Suzuki B-King ini punya dua lampu senja yang ditempatkan pada kedua sisi atas.

5. KAWASAKI Z800
Bentuk head lamp Kawasaki Z800 dan Z250 mirip. Jika diperhatikan lebih seksama baru akan terlihat perbedaannya. Terlihat pada posisi lampu sein, Z250 ditempatkan pada atas glass-lamp sedangkan Z800 berada pada bawah glass-lamp. Perbedaan lain bisa kita temukan pada desain cover lamp keduanya, Z800 memang terlihat lebih besar daripada Z250.

6. KTM DUKE 200

Head lamp KTM Duke 200 punya ukuran lebih kecil dibanding kondom tangki. Kondom penampung bahan bakar yang besar menggelembung tidak sama dengan head lamp yang masuk kategori tidak terlalu besar. Meski begitu, tampang head lamp yang khas motor Eropa tetap terlihat wah. Dibekali lampu single head lamp besar dengan reflektor. Sepintas berbentuk V dan dilengkapi lampu senja di bagian bawah.

Mengenal Saluran Pernapasan Karburator, Biar Tidak Tercekik

Bagi para pemakai motor yang masih mengandalkan karburator untuk supply bahan bakar, seharusnya tahu lubang-lubang yang ada pada komponen pengabut bahan bakar dan udara tersebut. Jadi, jika ada trouble alias masalah, langsung ketemu jalan keluarnya.

Di karburator, ada satu lubang yang berfungsi untuk menjaga tekanan udara di dalam floating chamber atau ruang bahan bakar. Saluran itu terhubung dengan udara luar, sehingga tekanan yang ada di dalam ruang pelampung pun sama dengan tekanan udara luar. So, macam saluran pernapasan.

Dengan tekanan dalam yang sama dengan udara luar, menjadikan bahan bakar lancar mengalir ke dalam ruang bakar. Proses pengabutan, jadi tak tersendat yang mengakibatkan engine seperti mau mati.

Akan tetapi, bisa menjadi masalah saat saluran tersebut tersumbat atau tertutup. Akibatnya, udara luar tidak bisa terhubung dengan ruangan dalam karburator.

“Jika saluran itu sampai tertutup, akan menyebabkan ruang dalam karburator yang berisi bahan bakar menjadi vakum,” buka Sukma Tjatur, salah satu instruktur di VEDC Malang, Jawa Timur.

Jika sampai vakum, akan berakibat bahan bakar tidak akan bisa tertarik secara sempurna. Sehingga, kinerja mesin akan terganggu.

Untuk itu, biasanya saluran ini dihubungkan dengan slang. Jadi, bisa terhindar dari kotoran maupun air yang bisa masuk ke dalam ruang karburator. Slang itu fungsinya vital, maka kita juga harus selalu menjaga kondisinya dari kotoran yang disebabkan oleh debu, oli maupun air hujan. Bahkan, air ketika kita mencuci motor.

Trik Seting Karburator Imitasi, Bisa Tetap Langsam!

 

Umumnya cuma butuh setel angin, tapi kalau lagi apes bisa dapat yang susah di seting.
Pemilik motor usia pakai di atas 10 tahun kerap mengalami masalah karburator. Langsam yang tidak stabil, mesin susah dihidupkan, putaran atas mbrebet hingga digas tidak konstan. Itu tanda-tanda karburator akan koit (mati).

Jika setelah diservis, tidak juga beres, saatnya beli karbu baru sebagai pengganti. Kalau duit di dompet lagi berlebih tebus karbu orisinal yang harganya di atas Rp 500 ribu.

Kalau lagi bokek tak ada pilihan menebus karburator imitasi dengan harga terjangkau. Asal bisa pilih dan seting yang pas maka karbu murah ini tidak murahan lagi alias bermanfaat.

 Kunjungi toko onderdil langganan untuk cari pilihan ragam karbu dengan merek alternatif. "Pilihannya dari harga di bawah Rp 100 ribu, di bawah Rp 200 ribu dan di atas Rp 200 ribu, sekarang yang murah pun sudah tambah baik kualitasnya," kata Kris Tugiono, kru Standard Motor di pojokan Jl. M. Kahfi II, Mabad, Jagakarsa, Jakarta Selatan.


Pilihannya memang beragam kalau di toko seputaran Jakarta dari merek Sheng Wey, Lippo, Federal Parts, Kie Han, Mikunl, Fukuyama hingga yang berani memajang nama Keihin (bukan asli tentunya).

Meski soal kualitas barang buatan China yang 5 tahun lalu berantakan kini membaik, terbukti untuk harga menengah di bawah 200 ribu bisa dengan gampang diseting.

"Tinggal seting dengan putar setelan angin untuk cari langsam yang pas," yakin Tugiono yang akrab dipanggil Genceng. Tapi, di pelosok pedesaan tak selalu mudah cari karburator alternatif, sehingga pilihan terbatas dan kendala karburator susah diseting akan menghadang.

"Beberapa karburator imitasi kadang susah disetel untuk langsamnya, mungkin ukuran lubang di dalamnya berbeda antara yang asli dan imitasi," kata Kemple, mekanik bengkel Wenx Racing Cheetos (WRC) di Jl.Margasatwa, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Ini masih bisa diselesaikan dengan kombinasi komponen karburator lama yang orisinal. Misal jika motor mbrebet di rpm, pemasangan main jet asli akan menyembuhkan.

Atau justru putaran bawah masalah, ini diselesaikan dengan pasang pilot jet orisinal. Untuk kasus tertentu ada yang mengharuskan memakai jarum skep bawaan motor.

Meski kebanyakan karburator yang kelewatan murah cukup dengan memutar setelan angin sedikit lebih besar dari kebiasaan 1 1/4 ke arah kiri setelah mentok diputar ke kanan. Selanjutnya cukup setel langsam yang tak kelewat rendah agar mesin tak gampang mati.

Alasan Salah Satu Laher di Kruk-As Tetap Terikat

 

Saat akan melepaskan kruk as dari crankcase, biasanya salah satu sisi bagian blok tengah mesin masih ‘terikat’ erat dengan laher kruk as. Padahal, pasangan blok tengah satunya dapat dengan mudah dilepas tanpa menemui kendala. Sehingga untuk memisahkannya, dibutuhkan alat bantu (tracker kruk as).

Lantas yang jadi pertanyaan, kenapa hanya satu bagian kruk as yang masih terikat kuat di crankcase. Sementara pasangan rumah bandul dan girbox yang satunya, lebih gampang dipisahkan tanpa didukung alat bantu?

“Pengalaman selama bongkar mesin memang seperti itu. Di motor bebek Honda, laher kruk as terikat dengan crankcase kanan. Sedang di motor bebek Yamaha, justru terbalik. Bagian laher di kruk as terikat di sebelah kiri blok tengah mesin,” ujar Suhartanto alias Kupret, mekanik Honda Daya Daytona NHK IRC.

Adapun alasan kenapa salah satu leher kruk as masih terikat kuat di crank-case, menurutnya lebih kepada faktor kestabilan mesin saat kruk as berputar rendah maupun tinggi. Sebab jika celah kedua laher kruk as longgar, efeknya bukan cuma getar berlebihan. Tapi, juga bisa menurunkan performa mesin.

Bahkan resiko paling fatal jika celah terlalu longgar. Saat mesin bergasing, sangat mungkin terjadi knocking antara kepala seher dengan head. Atau, bisa saja setang seher menonjok piston. “Makanya salah satu laher di kruk as tetap harus ada yang terpasang kuat di crankcase,” imbuh Kupret.

Selain itu, cara ini bertujuan menstabilkan beban pada magnet atau kopling sentrifugal. Kebetulan dua komponen ini terhubung dengan poros kruk-as tepat di sebelah kiri dan kanan bandul. Sedang bagian laher yang tidak terlalu kuat berfungsi menyeimbangi putaran mesin pada saat komponen ini memuai.

Lekas Diganti, Tapi Jangan AsalJika laher kruk as di crankcase sudah kelihatan agak longgar, di motor harian memang nggak terlalu terasa ada perubahan dibandingkan di motor balap. Cuma kalau masalah ini didiamkan berlarut-larut, sangat mungkin komponen yang berhubungan dengan peranti tersebut dapat dengan mudah alami masalah.

Makanya biar nggak ngerusak komponen lain, pastikan salah satu laher di crankcase tidak longgar. “Segera diganti jika leher atau dudukannya sudah oblak. Dan, pastikan pakai laher standar bukan tipe racing. Biar tidak mubazir waktu dipakai,”


Mengenal Quick Shifter, Enggak Perlu Ngopling


Quick Shifter alias QF, banyak diaplikasi buat pacuan balap. Itu karena fungsinya yang penting buat bantu proses akselerasi. Maksudnya, untuk mengoper transmisi ke gigi yang lebih tinggi, tak perlu lagi tarik kopling atau kendurkan grip gas biar rpm mesin turun. Langsung congkel tuas persneling, gigi langsung bertambah.

“Prinsip kerjanya, seperti memutus aliran listrik. Seolah, mesin mati sepersekian detik jadi gigi bisa dimasukkan. Tapi, prosesnya sangat cepat. Bisa seperseribu atau seperpuluhan ribu detik,” ujar Angga Kurniawan dari Anjany Racing di Jl. Arteri Kelapa Dua, Jakarta Barat.

Memang! Sebab kalau mesin hidup, cukup sulit buat masukan gigi tanpa menarik kopling. Apalagi, grip gas tidak dikendurkan biar rpm mesin turun. Dengan QF ini, sobat enggak perlu turunkan rpm!

Itu karena sensor yang diletakan di tuas perseneling, akan kirim sinyal ke ECU buat memanipulasi keadaan.

Banyak merek yang bisa diaplikasi di pasaran. Salah satunya, Dynojet. Tersedia buat Honda CBR series. Mulai dari Honda CBR 250R sampai CBR 1000. “Tiap, tentu beda. Tetapi, untuk pemasangan quick shifter Dynojet, harus disertai dengan Power Comannder V. Itu untuk seting kecepatan pengoperan gigi. Seting dilakukan melalui software dari laptop,” kata Angga sembari sebutkan harga QF sekitar Rp 4,5 jutaan.

QF mulai bekerja sejak rpm 3.000 ke atas. Nantinya, bisa dipilih seberapa cepat proses pengoperan yang diinginkan. Misalnya, 65.000 mSec. “Proses juga bisa dipilih. Mau ketika tuas perseneling diangkat atau ketika tuas dilepas,” beber Angga yang aplikasi part ini di CBR 250 dan CBR 1000 pacuan balapnya.

Pilihan itu tentu harus diseting lewat komputer. Di software tertera seting Normaly Open dan Normaly Closed. Kalau Open, berarti QF akan aktif ketika tuas perseneling mulai ditekan atau dicongkel. Sedangkan Closed, QF bekerja ketika tuas perseneling mulai dilepas.

 

Power Commander Quick Shifter

Product Overview

Normally during "up shifting" you must roll off of the throttle and pull in the clutch in order to engage the next higher gear. In racing (both drag and road race), split seconds count. Rolling off the throttle, even slightly, slows your times and can be the difference between winning and losing. The Dynojet Quick Shifter (DQS) allows full throttle, clutch less shifting. This is done by momentarily cutting the fuel and or ignition, which unloads the transmission. During this time, the rider can shift up to the next gear without rolling off the throttle or using the clutch.
The Power Commander incorporates all of the Quick Shifter functionality in with the main fuel controller and is fully programmable*. No cutting or splicing of your bike's wiring harness is necessary. The amount of "kill time" is adjustable by the user via the provided software. The user can also set a minimum rpm for the system to function. This keeps the system from activating at too low of an rpm, such as low speed road riding.
*Note: Certain bikes require an ignition module for Quick Shifter functionality.
3 Switches to activate Quick Shifter
Shift Rod Pressure/Tension Sensor - This universal sensor mounts inline with the shift rod. The customer must provide the appropriate "length and thread" shift rod. This sensor is available in both "push" and "pull" styles depending on the direction the shift rod moves during an up shift. For most applications, a Shift Rod Kit is available.
Linear Travel Sensor Kit - For applications where a bike does not have a shift rod, or the Shift Rod Sensor will not fit, we offer a Linear Travel Sensor. One end of this sensor is mounted to the shift lever itself and the other to a fixed point on the chassis. This sensor is available in both "push" and "pull" style to suit all 
installations. A universal mounting kit is included.
Handlebar Mounted Switch - A handlebar mounted activation switch is offered for situations where a Quick Shifter sensor is not legal for a particular racing organization, impractical to fit, or not preferred by the rider. The button features gold plated contacts for durability and the least amount of electrical resistance. The CNC machined handlebar button bracket has been designed specifically to position the button for the most comfortable operation and accessibility during use. To use this type of switch, the rider must first slightly pre load the shift lever, press the handlebar mounted switch, and then complete the shifter movement.
Bundling with Power Commander
Each Dynojet Quick Shifter Kit includes instructions and software that activates your Quick Shifter through your Power Commander.

7/13/2013

Engine Brake yang benar pada motor


About